BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar  Belakang
Pendidikan dikatakan berkualitas bila proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar,efektif, efisien dan ada interaksi antara komponen- komponen yang terkandung dalam sistem pengajaran yaitu tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik atau siswa, tenaga kependidikan atau guru, kurikulum, strategi pembelajaran, media pengajaran dan evaluasi pengajaran.
pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual- keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian  Belajar?
2.      Apa Pengertian Teori Belajar?
3.      Bagaimana Teori  Belajar dan Implikasinya dalam Praktek Pembelajaran?







BAB  II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Psikologi belajar terdiri dari dua penggalan kata yaitu psikologi dan belajar. Psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “psyche” yang berarti “jiwa” dan “logos” yang berarti “ilmu”. Dengan demikian secara harpiah psikologi dapat diartikan ilmu jiwa.
Psikologi lebih banyak dikaitkan sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku manusia , alasan dan cara mereka melakukan sesuatu , dan juga memahami bagaimana manusia berpikir dan berperasaan .
Sedangkan belajar dapat diartikan sebagai suatu perubahan yang terjadi dalam diri seseorang mengenai hal-hal yang bermanfaat baginya melalui interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Aktivitas yang yang dipahami sebagai serangkaian kegiatan jiwaraga,psikofisik,menuju ke perkembangan pribadi individu seutuhnya yang menyangkut unsur cipta ( kognitif ) , rasa ( afektif ) , dan karsa ( psikomotor ) . Perkembangan dalam arti belajar disini dipahami sebagai “ perubahan “ yang relative permanen pada aspekpsikologis .
Jadi berdasarkan pengertian tersebut,dapatdiartikan bahwa psikologi belajar adalah suatu ilmu jiwa yang berisi teori – teori mengenai belajar , tentang bagaimana cara individu belajar atau melakukan pembelajaran.

B.     Teori-Teori  Belajar
a)      Teori Behaviorisme
Pertama kali teori ini dicetuskan oleh Gage dan Berliner yaitu tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
Teori belajar behaviour menyatakan bahwa interaksi antara stimulus respons dan penguatan terjadi dalam suatu proses belajar.
Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi.
Contoh : Anjing

Menurut pandangan ini, belajar adalah perubahan tingkah laku, dengan cara seseorang berbuat pada situasi tertentu. Yang dimaksud tingkah laku disini ialah tingkah laku yang dapat diamati ( berfikir dan emosi tidak menjadi perhatian dalam pandangan ini, karena tidak dapat diamati secara langsung. Diantara keyakinan prinsipil yang terdapat dalam pandangan ini ialah anak lahir tanpa warisan kecerdasan, bakat, perasaan, dan warisan abstrak lainnya. Semua kecakapan timbul setelah manusia melakukan kontak dengan lingkungan. (J.B. Watson, E.L. Thorndike, dan B.F. Skinner)


b)      Teori Kognitif
adalah proses internal mental manusia yang tidak dapat diamati secara langasung. Perubahan terjadi dalam kemampuan seseorang untuk bertingkah laku dan berbuat dalam situasi tertentu, perubahan dalam tingkah lauku hanyalah suatu refleksi dari perubahan internal dan tak dapat diukur tanpa dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental. (aspek-aspek yang tidak dapat diamati seperti pengetahuan, arti, perasaan, keinginan, kreatifitas, harapan dan pikiran).
Untuk meningkatkan  kemampuan berfikir siswa, dan membantu siswa menjadi pembelajar yang sukses, maka pengajar yang menganut paham Kognitivisme banyak melibatkan siswa dalam kegiatan dimana faktor motivasi, kemampuan problem solving, strategi belajar, memory retention skill sering ditekankan.



c)      Teori Kontruktivisme
Pengetahuan yang kita miliki adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Seseorang yang belajar akan membentuk pengertian, ia tidak hanya meniru atau mencerminkan apa yang diajarkan atau yang ia baca, melainkan menciptakan pengertian baik secara personal maupun social. Pengetahuan tersebut. dibentuk melalui interaksi dengan lingkungannya.
Prinsip-prinsip Konturktivisme:
1.      Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri
2.      Pengertahuan tidak dapat dipindahkan oleh guru
3.      Murid menuju ke konsep yang lebih rinci
4.      Guru sekedar memfasilitasi

d)     Teori Humanistik
Dalam mengembangkan teorinya, psikologi humanistik sangat memperhatikan tentang dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi dengan menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan.
Dalam hal ini, James Bugental (1964) mengemukakan tentang 5 (lima) dalil utama dari psikologi humanistik, yaitu:
1.       Keberadaan manusia tidak dapat direduksi ke dalam komponen-komponen,
2.       Manusia memiliki keunikan tersendiri dalam berhubungan dengan manusia lainnya,
3.       Manusia memiliki kesadaran akan dirinya dalam mengadakan hubungan dengan orang lain,
4.       Manusia memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas pilihan-pilihanya, dan
5.       Manusia memiliki kesadaran dan sengaja untuk mencari makna, nilai dan kreativitas.

C.    Ruang Lingkup  Psikologi Belajar
Psikologi belajar memiliki ruang lingkup yang secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga pokok bahasan , yaitu masalah belajar , proses belajar , dan situasi belajar .
1.         Pokok Bahasan Mengenai Belajar
a.       Teori – teori belajar
b.      Prinsip – prinsip belajar
c.       Hakikat belajar
d.      Jenis – jenis belajar
e.      Aktivitas – aktivitas belajar
f.        Teknik belajar efektif
g.       Karakteristik perubahan hasil belajar 
h.      Manifestasi perilaku belajar
i.         Faktor – faktor yang mempengaruhi belajar
2.         Pokok Bahasan Mengenai Proses Belajar
a.       Tahapan perbuatan belajar
b.      Perubahan – perubahan jiwa yang terjadi selama belajar
c.       Pengaruh pengalaman belajar terhadap perilaku individu
     .         



















BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan
Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Teori belajar merupakan teori yang dikemukakan oleh para peneliti dalam upaya mendeskripsikan bagaimana manusia belajar. dengan demikian akan membantu manusia dalam memahami karakteristik serta pendekatan-pendekatan dalam proses belajar. Secara garis besar terdapat empat  teori belajar, yaitu: Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivisme dan  Humanistik.
B.     Saran
Pengertian  Psikologi Belajar , dan Teori Belajar dan  Implikasinya dalam praktek Pembelajaran di sekolah hendaknya dipahami oleh  para pendidik  agar dapat diterapkan dalam dunia pendidikan dengan benar, sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat dicapai.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah masih terdapat kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan kritik atau saran dari semua pihak.







DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar